Selasa, 21 Februari 2012

Harmoni

"Aku mengenal dikau
tak cukup lama separuh usiaku
Namun begitu banyak
pelajaran yang aku terima


Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
dan terwujud harmoni


Segala kebaikan
takkan terhapus oleh kepahitan

Ku lapangkan resh jiwa
Karena ku percaya kan berujung indah

Sabtu, 26 November 2011

Aku...

ya Allah aku malu, 
Dikala mulut ini tak lagi bertasbih memuji nama-Mu. 
Dikala pikiran ini lalai tak lagi mengingatmu. 
Dikala hati ini kotor berdebu tak lagi suci.
Dikala muka ini tak lagi basah oleh wudhu.
Dikala airmata ini tak lagi tumpah diatas sajadahku. 
Dikala tengah malam tak lagi bangun 'tuk menemui-Mu. 
Aku malu ya Allah, 
dan aku rindu....


- CM


Selasa, 22 November 2011

Remember When

Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.
Bagi kita, senja selalu sempurna, bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?
Lalu, saat kau berkata, "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?
Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.


remember



This is one of my favorite novel absolutely. Lagi-lagi Winna Efendi mampu menyihirku untuk larut dalam cerita novelnya. Gaya bahasanya pas, ceritanya oke, alurnya mengalir tidak terburu-buru, dialognya cerdas, tokohnya seakan-akan hidup, dengan akhir yang tidak dapat diprediksi! Winna meramunya hingga membuatku membayangkan masa-masa SMA yang sempurna, yang asik, yang seru, yang labil, yang bener-bener kepengen tahu segala.

Ini ada beberapa kutipan dalam novel "Remember When" :

"and I look again towards the sky, as the raindrops mix with the tears I cry.."

"But i'm just a girl, standing in front of a bot, asking him to love her” 


"Kenapa hidup ga bisa adem ayem? Kenapa bahagia nggak bisa berlanjut lama?"


"Waktu hidup manusia itu nggak pasti. Kita nggak punya kemampuan untuk nentuin masa dan arah hidup kita...kalau yang di atas bilang waktu kita selesai,kita harus lepas tangan. Itulah ironisnya kehidupan. Hidup ini milik kita, juga bukan milik kita sendiri"


"Kita jadi takut merasakan bahagia karena kalau terlalu bahagia, suatu saat semua itu bisa hilang dan menjadikan kita hampa."


Minggu, 21 Agustus 2011

Melodi




Menurutku hidup ini seperti lagu yang tersusun dari irama dan melodi. Melodi itu naik turun. Kayak hidup kadang diatas kadang dibawah. Malah kadang kalau udah diatas, kita lupa kalau akhirnya kita mesti gantian turun. Karena naik turunnya itulah yang ngebuat lagunya jadi indah. Bayangin aja kalau sebuah lagu nadanya yang itu-itu aja tanpa improvisasi? Pastilah membosankan bukan? Sama kayak hidup, kalau kita cuma diam tanpa melakukan sesuatu hidup nggak akan jadi indah. Nggak akan bermakna dan nggak berarti apa-apa. Kalau kata orang bijak "if you're not life for something, you will die for nothing". 

Lagu tersusun dari berbagai macam nada do-re-mi-fa-sol-la-si-do. Masalahnya bagaimana  cara kita untuk menyatukan nada demi nada agar tercipa suatu melodi. Jangan takut mencoba, kita nggak akan pernah menemukan melodi yang indah jika perasaan takut itu masih hinggap dalam diri. Seperti hidup, jangan takut mencoba hal-hal baru selama hal itu baik. Memang masalah selalu datang bertubi-tubi, tapi percayalah masalah itu yang akan membuat kita menjadi dewasa, lebih dari apa yang kita pikirkan.

Irama juga salah satu faktor terbentuknya suatu lagu. Tanpa irama, lagu akan menjadi kacau dan tak beraturan. Lagu pun jadi tak enak didengar. Irama yang benar menghasilkan lagu yang indah. Dalam hidup, hadapi tiap persoalan dengan teratur, jangan gelabakan ataupun terlalu khawatir. Perasaan khawatir yang berlebihan malah akan membuat kita tidak bisa berpikiran murni untuk memecahkan tiap persoalan yang ada.

Instrumen yang digunakan juga ikut membantu meningkatkan keindahan suatu lagu. Bukan masalah bagus buruknya instrumen yang digunakan. Melainkan semahir apa kita memainkan insrumen tersebut. Perbanyak latihan, itu akan membuatmu semakin terampil. Selalu ingat, orang yang tekun latihan saja seringkali salah dalam memainkannya apalagi yang jarang latihan bahkan tak pernah. Tak usah peduli berapa kali kita gagal dalam membuat suatu melodi, yang terpenting jangan menyerah untuk membuat melodinya semakin indah. Dalam hidup, perbanyak latihan untuk menangani setiap permasalahan. Bila gagal, artinya keberhasilan itu hanya tertunda agar kita mendapatkan pelajaran berharga yang lebih banyak lagi.

Sekarang, sudah siapkah kamu memainkan lagumu?


Aku, 


yang masih belajar


 

Senin, 11 Juli 2011


Aku ingin seperti bintang sirius, seburuk apapun cuaca diatas sana, dia tetap bersinar terang  - SKUT